:: Juansyah Weblog ::

hari ini sisa kemarin awal besok

Arsip untuk ‘Suport’ Kategori

ANTARA SABAR DAN MENGELUH

Ditulis oleh juansyah di/pada 4 November 2009

ANTARA SABAR DAN MENGELUH

Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.
“Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati.”
Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, “Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini.”

Abu Hassan bertanya, “Bagaimana hal yang merisaukanmu ?”
Wanita itu menjawab, “Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, “Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?”
Jawab adiknya, “Baiklah kalau begitu ?”
Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua.”

Lalu Abul Hassan bertanya, “Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?”
Wanita itu menjawab, “Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka.”
Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi,:
” Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil keksaihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya.”

Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda,:
” Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang.”
Dan sabdanya pula, ” Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka.” (Riwayat oleh Imam Majah)
Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi.

Ditulis dalam Religi, Suport | Bertanda: , | Leave a Comment »

Bersikaplah Seperti Pohon

Ditulis oleh juansyah di/pada 18 Juni 2009

Ini adalah pesan bagi para pemberi petunjuk, penasihat, penguji, sekaligus kalimat yang diucapkan oleh seorang imam kepada para muridnya, “Dalam berinteraksi dengan orang lain, jadilah kalian seperti pohon; orang-orang melemparinya dengan batu, tapi ia membalasnya dengan menjatuhkan buahnya yang paling lezat rasanya.”

Pohon melakukan semua itu dengan hati yang penuh kerelaan. Ia tidak pernah bersedih dengan perlakuan tersebut, malah justru menerima batu-batu itu dengan hati yang lapang dan penuh kegembiraan. Bahkan, lebih dari itu, ia juga membalas lemparan batu tersebut dengan buahnya.

Haruskan dalam bersikap dan membalas perlakuan orang-orang, kita kalah dengan sebuah pohon yagn bisu? Sesungguhnya, hati yagn bisa menerima perlakuan buruk seperti apa yang telah dilakukan oleh pohon merupakan hati yang mulia, tenang, stabil, dan teguh. Sesungguhnya, hati yang bisa bersikap seperti itu tidak akan pernah merasakan kesedihan, kesusahan, dan berbagai macam bentuk penderitaan.

sumber : buku Maghfirah Pustaka.

Ditulis dalam Suport | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Bangkitlah dari Mimpi Buruk

Ditulis oleh juansyah di/pada 19 Mei 2009

Bangunlah, jangan tenggelam dalam kesedihan. Langit tidak akan jatuh ke bumi karena kesalhaan Anda. Kiamat tidak akan terjadi akibat dosa Anda. Matahari pun tidak akan berhenti bersinar atas kejahatan Anda.

Anda masih memiliki tenaga untuk berkreasi. Wajar jika Anda bersalah, gagal, atau menderita kerugian; sebab Anda bukan orang pertama yang melakukan kesalahan. Anda juga bukan orang terakhir yang gagal atau merugi. Memang seperti itulah sunah hidup manusia; gagal, berhasil, untung, dan merugi. Bedanya, orang-orang besar akan segera mampu mengganti kegagalan itu menjadi kesuksessan gemilang. Meraka akan segera beristigfar dan menyesal setelah melakukan dosa dan maksiat.

Ayo, bangkit, mulailah dari awal. Jangan sampai setan berhasil membuat Anda gagal. Lupakanlah apa yang bernah terjadi. Batu karang saja bisa goyang, begitu juga api bisa padam.

Ayo, Bangkitlah. Seorang tentara mungkin sesekali terjatu  dari kudanya. Bahkan orang alim bisa lupa, orang khusyu bisa tergoda, orang lemas bisa perkasa. Orang serius juga bisa jenaka, orang wibawa juga bisa lupa, dan orang tua juga bisa bersalah. Akan tetapi, orang bermanfaat pasti di kenang, dan kebaikan mampu mengusir segalah kejahatan.

Sumber : buku Maghfirah Pustaka

Ditulis dalam Suport | Bertanda: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Jangan Pernah Menyerah!

Ditulis oleh juansyah di/pada 5 Januari 2009

Jangan Pernah Menyerah!

Kita semua pernah mengalami sedikit “benturan” kecil dalam perjalanan hidup kita. Penderitaan tidak bisa dihindari, tetapi kesedihan adalah suatu pilihan. Penderitaan akibat benturan akan mengubah Anda, tetapi memang tidak selalu memperbaiki. Akan harus memilih untuk berubah menjadi semakin baik.

Anda dapat membiarkan kemunduran Anda menjadi batu sandungan atau batu loncatan. Pilihan itu terletak pada Anda. Ada pepatah yang menyebutkan: “Sepuluh persen dari kehidupan adalah apa yang terjadi kepada Anda. Sisanya yang 90% adalah bagaimana Anda menanggapi apa yang terjadi pada Anda.” Coba kita renungkan sejenak. Kegagalan bukanlah sesuatu yang terjadi saat Anda jatuh, tetapi kegagalan terjadi saat Anda menolak untuk bangkit kembali.

Salah satu kuncinya adalah dengan kemauan yang keras yang tentu saja diimbangi dengan tanggung jawab. Exactly, Anda dapat ngotot dengan cara yang benar. Mungkin Anda dapat menyebutnya ketabahan, tapi saya lebih suka menyebutnya kemauan yang keras. Anda dapat juga berkemauan keras dengan cara yang salah. Sikap seperti itu disebut stubborn, atau kepala batu. Makanya, kepala batu, apapun itu sebutannya, adalah sikap yang harus kita jauhkan.

Memang sih, lebih mudah cepat menyerah ketimbang kita berjuang. Karena untuk berjuang perlu usaha yang tak sedikit. Di sinilah letak perbedaan antara orang yang disebut SUKSES dengan yang disebut GAGAL. Orang sukses yang ditimpa kegagalan, akan menolak untuk putus asa atau hancur. Itulah mengapa mereka bisa sukses.

Sekali lagi saya menyelipkan kutioan penuh makna yang diambil dari ucapan Winston Churchill. Sir Winston Churchill suatu kali diminta berbicara kepada almamaternya dala sebuah upacara kelulusan. Saat itu ia sudah cukup terkenal berkat keberanian dan keyakinannya selama Perang Dunia II.

Auditorium dipenuhi oleh mahasiswa yang lulus, para orang tua, pejabat pemerintahan, dan tamu lainnya. Ia datang dengan topi tinggi, mantel, cerutu, dan tongkatnya yang klasik itu. Setelah pidato pembuka oleh MC, termasuk satu daftar panjang tentang keberhasilannya, ia berjalan perlahan menuju ke atas panggung.

Sambil memandangi para mahasiswa, suatu kekuatan tampak dari air mukanya. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan dan memberikan pidato tersingkat yang pernah diterima para mahasiswa itu. Dengan nada yang mencerminkan karakter pahlawan dan diplomat, ia berkata, “Jangan, jangan, jangan pernah menyerah!” Sesudah menarik napas panjang, ia mengulangi dengan suara yang lebih keras lagi, “Jangan, jangan, jangan pernah menyerah!” Ia berbalik, mengenakan topi tinggi dan mantelnya, kembali mengambil tongkat dan cerutunya, kemudian pergi.

Kita semua akan menghadapi pertempuran, dan saat pertempuran itu berakhir, para pengecam akan menyerang. Tapi jangan pernah menyerah! Ah, ya, no doubt, Anda akan tergoda untuk menyerah, kalah, dan mundur. Tapi jangan.. dan jangan pernah melakukannya karena pertarungan belum berakhir!

Don’t ever give up the hope
If you give up the hope;
YOU LOSE

Ditulis dalam Suport | Bertanda: , , | Leave a Comment »