Arsip Kategori: Motivasi
CINTA
CINTA
Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.
Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
Read the rest of this entry
Nilai Sebuah Emas
Nilai Sebuah Emas
Beberapa waktu yang lalu, di Mesir hidup seorang sufi yang tersohor bernama Zun-Nun. Seorang pemuda mendatangi Zun-Nun dan bertanya, “Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain?”
Sang sufi hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, “Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?”
Melihat cincin Zun-Nun yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, “Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu.”
“Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil.”
Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zun-Nun dan melapor, “Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak.”
Zun-Nun, sambil tetap tersenyum arif, berkata, “Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian.”
Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud. Ia kembali kepada Zun-Nun dengan raut wajah yang lain.
Ia kemudian melapor, “Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar.”
Zun-Nun tersenyum simpul sambil berujar lirih, “Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda.
Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya. Hanya “para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar” yang menilai demikian. Namun tidak bagi “pedagang emas”. Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses, wahai sobat. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas.
Sobat…“Seringkali yang disangka emas ternyata besi dan yang kita lihat sebagai besi ternyata emas.”
Sumber : http://kisahteladan.info
DELAPAN KADO TERINDAH
DELAPAN KADO TERINDAH
Message board
Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membeli!
Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.
KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat,telepon, foto atau faks.
Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian , dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.
MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan.
Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara taklangsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan
hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu
menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
D I A M
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya \” ruang\”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.
KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang
jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, \”Kau bebas berbuat semaumu.\” Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan
KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ?
(eh..)Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun
bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.
TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya
dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu
terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima
kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.
KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta
dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado \” kesediaan mengalah\”. Okelah, Anda
mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah sudah dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini.
SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman,terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat
dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling
kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ?
Mengapa Remaja Islam merayakan Valentine
Mengapa Remaja Islam merayakan Valentine
Pertama, remaja muslim kita tidak tahu latar belakang sejarah Valentine’s Day sehingga mereka tidak merasa risih untuk mengikutinya. Dengan kata lain, remaja muslim banyak yang memiliki kesadaran sejarah yang rendah.
Kedua, adanya anggapan bahwa Valentine’s Day sama sekali tidak memiliki muatan agama dan hanya bersifat budaya global yang mau tidak mau harus diserap oleh siapa saja yang kini hidup di – untuk meminjam McLuhan – global village.
Ketiga, keroposnya benteng pertahanan relijius remaja kita sehingga tidak mampu lagi menyaring budaya dan peradaban yang seharusnya mereka “lawan” dengan keras.
Keempat, adanya perasaan loss of identity kalangan remaja muslim sehingga mereka mencari identitas lain sebagai pemuas keinginan mendapat identitas global.
Kelima, hanya mengikuti trend yang sedang berkembang agar tidak disebut ketinggalan zaman.
Keenam, adanya pergaulan bebas yang kian tak terbendung dan terjadinya de-sakralisasi seks yang semakin ganas.
Bangkitlah dari Mimpi Buruk
Bangunlah, jangan tenggelam dalam kesedihan. Langit tidak akan jatuh ke bumi karena kesalhaan Anda. Kiamat tidak akan terjadi akibat dosa Anda. Matahari pun tidak akan berhenti bersinar atas kejahatan Anda.
Anda masih memiliki tenaga untuk berkreasi. Wajar jika Anda bersalah, gagal, atau menderita kerugian; sebab Anda bukan orang pertama yang melakukan kesalahan. Anda juga bukan orang terakhir yang gagal atau merugi. Memang seperti itulah sunah hidup manusia; gagal, berhasil, untung, dan merugi. Bedanya, orang-orang besar akan segera mampu mengganti kegagalan itu menjadi kesuksessan gemilang. Meraka akan segera beristigfar dan menyesal setelah melakukan dosa dan maksiat.
Ayo, bangkit, mulailah dari awal. Jangan sampai setan berhasil membuat Anda gagal. Lupakanlah apa yang bernah terjadi. Batu karang saja bisa goyang, begitu juga api bisa padam.
Ayo, Bangkitlah. Seorang tentara mungkin sesekali terjatu dari kudanya. Bahkan orang alim bisa lupa, orang khusyu bisa tergoda, orang lemas bisa perkasa. Orang serius juga bisa jenaka, orang wibawa juga bisa lupa, dan orang tua juga bisa bersalah. Akan tetapi, orang bermanfaat pasti di kenang, dan kebaikan mampu mengusir segalah kejahatan.
Sumber : buku Maghfirah Pustaka
Jangan Pernah Menyerah!
Jangan Pernah Menyerah!
Kita semua pernah mengalami sedikit “benturan” kecil dalam perjalanan hidup kita. Penderitaan tidak bisa dihindari, tetapi kesedihan adalah suatu pilihan. Penderitaan akibat benturan akan mengubah Anda, tetapi memang tidak selalu memperbaiki. Akan harus memilih untuk berubah menjadi semakin baik.
Anda dapat membiarkan kemunduran Anda menjadi batu sandungan atau batu loncatan. Pilihan itu terletak pada Anda. Ada pepatah yang menyebutkan: “Sepuluh persen dari kehidupan adalah apa yang terjadi kepada Anda. Sisanya yang 90% adalah bagaimana Anda menanggapi apa yang terjadi pada Anda.” Coba kita renungkan sejenak. Kegagalan bukanlah sesuatu yang terjadi saat Anda jatuh, tetapi kegagalan terjadi saat Anda menolak untuk bangkit kembali.
Salah satu kuncinya adalah dengan kemauan yang keras yang tentu saja diimbangi dengan tanggung jawab. Exactly, Anda dapat ngotot dengan cara yang benar. Mungkin Anda dapat menyebutnya ketabahan, tapi saya lebih suka menyebutnya kemauan yang keras. Anda dapat juga berkemauan keras dengan cara yang salah. Sikap seperti itu disebut stubborn, atau kepala batu. Makanya, kepala batu, apapun itu sebutannya, adalah sikap yang harus kita jauhkan.
Memang sih, lebih mudah cepat menyerah ketimbang kita berjuang. Karena untuk berjuang perlu usaha yang tak sedikit. Di sinilah letak perbedaan antara orang yang disebut SUKSES dengan yang disebut GAGAL. Orang sukses yang ditimpa kegagalan, akan menolak untuk putus asa atau hancur. Itulah mengapa mereka bisa sukses.
Sekali lagi saya menyelipkan kutioan penuh makna yang diambil dari ucapan Winston Churchill. Sir Winston Churchill suatu kali diminta berbicara kepada almamaternya dala sebuah upacara kelulusan. Saat itu ia sudah cukup terkenal berkat keberanian dan keyakinannya selama Perang Dunia II.
Auditorium dipenuhi oleh mahasiswa yang lulus, para orang tua, pejabat pemerintahan, dan tamu lainnya. Ia datang dengan topi tinggi, mantel, cerutu, dan tongkatnya yang klasik itu. Setelah pidato pembuka oleh MC, termasuk satu daftar panjang tentang keberhasilannya, ia berjalan perlahan menuju ke atas panggung.
Sambil memandangi para mahasiswa, suatu kekuatan tampak dari air mukanya. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan dan memberikan pidato tersingkat yang pernah diterima para mahasiswa itu. Dengan nada yang mencerminkan karakter pahlawan dan diplomat, ia berkata, “Jangan, jangan, jangan pernah menyerah!” Sesudah menarik napas panjang, ia mengulangi dengan suara yang lebih keras lagi, “Jangan, jangan, jangan pernah menyerah!” Ia berbalik, mengenakan topi tinggi dan mantelnya, kembali mengambil tongkat dan cerutunya, kemudian pergi.
Kita semua akan menghadapi pertempuran, dan saat pertempuran itu berakhir, para pengecam akan menyerang. Tapi jangan pernah menyerah! Ah, ya, no doubt, Anda akan tergoda untuk menyerah, kalah, dan mundur. Tapi jangan.. dan jangan pernah melakukannya karena pertarungan belum berakhir!
Don’t ever give up the hope
If you give up the hope;
YOU LOSE
juansyah.wordpress.com



