CSS (Cascading Style Sheet)
CSS (Cascading Style Sheet)
Kegunaannya adalah untuk mengatur tampilan dokumen HTML (Hypertext Markup Language), contohnya seperti pengaturan jarak antar baris, teks, warna dan format border bahkan penampilan file gambar.
CSS dikembangkan oleh W3C, organisasi yang mengembangkan teknologi internet. Tujuannya tak lain untuk mempermudah proses penataan halaman web, CSS hanya berupa kumpulan script yang tujuannya bukan untuk menggantikan HTML, melainkan pelengkap agar dokumen HTML bisa di tampilkan lebih cantik dan dinamis.
Sejak awal ditemukannya CSS pada awal dekade 90-an, CSS terus dikembangkan dan diserap oleh web developer. Kode CSS bersifat lintas platform, yang berarti script ini dapat dibaca oleh berbagai macam sistem operasi dan browser. Hanya saja browser seperti Internet Explorer, seringkali salah mengartikan script CSS yang menyebabkan tidak sempurnanya tampilan dokumen HTML. Script CSS perlu dioptimalkan agar tampilan maksimal pada browser internet explorer.
Sintaks Kode CSS
Berbeda dengan script HTML, cara penulisan sintaks kode CSS secara umum terdiri atas komposisi berikut :
selector { property: value}
selector : merupakan tag HTML atau elemen (class/ID) yang dipilih.
property : adalah atribut yang ingin di atur nilainya.
value : merupakan nilai dari property, bisa berupa angka atau teks.
contoh : p { color : red }
Contoh lainnya:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Latihan CSS </TITLE>
<style type="text/css">
h1{
text-align:center;
color:#990000;
text-decoration:underline;
letter-spacing:0.1cm;}
h2{
text-align:left;
color:#000099;
text-decoration:overline;}
h3{
text-align:right;
color:#006600;
text-decoration:line-through;
}
</style>
</HEAD>
<BODY>
<h1>Mempercantik</h1> <h2>Desain Web</h2> <h3>dengan CSS</h3>
</BODY>
</HTML>
</pre>
Hasilnya :
Posted on 28 Desember 2011, in Teknologi Informasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan sebuah Komentar.

juansyah.wordpress.com




Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (1)